Laporan Pendahuluan Klien Dengan Apendisitis
Apendisitis merupakan penyakit bedah mayor
yang paling sering terjadi walaupun apendisitis dapat terjadi pada setiap usia,
namun paling sering orang dewasa muda. Sebelum era antibiotik mortalitas
penyakit ini tinggi.
PATOGENESIS
Apendiks vermiformis merupakan sisa apeks
sekum yang pada manusia fungsinya tidak diketahui apendiks merupakan tabung
panjang, sempit (sekitar 6 sampai 9 cm). Pada apendiks ini terdapat arteria
apendikularis yang merupakan “end-artery”. Pada posisinya yang normal apendiks
terletak pada dinding abdomen.
Apendisitis
merupakan suatu peradangan apendiks yang mengenai semua lapisan dinding organ
tersebut. Tanda patogenetrik promer diduga karena obstruksi lumen.
Biasanya oleh
fekolit (feses keras). Penyumbatan pengeluaran sekret mukus mengakibatkan
pembengkakan. Infeksi dan ulserasi. Peningkatan tekanan intraluminal dapat
menyebabkan oklusi end-artery apendikularis. Bila keadaan ini dibiarkan
berlangsung terus biasanya menyebabkan nekrosis gangren dan ferfusi.
GAMBARAN KLINIS
Pada kasus apendisitis akut yang klasik,
gejala-gejala permulaan adalah nyeri atau perasaan tidak enak sekitar umblikus
diikuti oleh anoreksia nausea dan muntah gejala-gejala ini umumnya berlangsung
1-2 hari.
Dalam beberapa
jam nyeri bergeser ke kuadran kanan bawah dan mungkin terdapat nyeri tekan
sekitar titik NC burney kemudian dapat timbul spasme otot dan nyeri lepas.
Biasanya ditemukan demam ringan dan leukositus moderat. Bila ruptur apendik
terjadi nyeri seringkali hilang secara dramatis untuk sementara.
KOMPLIKASI
a.
Perforasi
Terjadi
pada 20% pasien rasa sakit yang bertambah demam tinggi rasa nyeri yang menyebar
dan jumlah leukosit yang tinggi merupakan serta kemungkinan terjadinya
perforasi.
b.
Peribritis
Difus
atau umum peritoritis ini merupakan salah satu akibat perforasi periroritis
disertai rasa sakit yang hebat, rasa nyeri kembung, demam serta keracunan.
c.
Abses
Apendik
Merupakan
sebab lain dari perforasi. Terasa suatu masa lunak dikuadran kanan bawah atau
di daerah peiris. Massa ini pula-pula berupa piegme tetapi dapat berkembang
menjadi rongga yang mengandung nanah.
d.
Pileflebitis
(tromboprebitis septik uera portas)
PENGOBATAN
a.
Persiapan
sebelum operasi
1.
Kalau diagnosis tak pasti maka pasien harus diamati dan periksa abdomen
serta pelvisnya pada interval waktu TH. Tak ada yang boleh diberikan melewati
mulut di tunda sampai ada keputusan bila pasiennya tak merasa sakit hebat.
2.
Selang
nasogastruk dimasukkan kalau abdomen kembung atau kalau pasien mengalami
keracunan (toksik)
3.
Anak
muda yang mengalami appendiksitis sederhana sering tidak perlu mendapatkan
tambahan cairan IV elektrolit Baya lanjut usia dan psien yang sakit parah harus
diganti apa yang kurang sebelum mereka mengalami operasi.
4.
Kalau
diperkirakan ada operasi maka diberikan antibiotika demam tinggi terutama pada
anak kecil harus diturunkan sebelum anak itu diberi anostesi.
b.
Operasi
1.
Appendiktomi merupakan satu-satunya pengobatan appendiksitis sederhana
atau appendiksitis perporesi yang disertai peritonitis kalau tersedia
fasilitasnya. Kalau tidak diberikan gannya antibiotika IV dosis tinggi.
2.
Kalau
appendik dibuang apabila appendiknya mengalami porperasi bebas maka abdomen
dicuci dengan garam fisiologis atau antibiotika drainase tak berguna kecuali
terdapat abses yang berbatas tegas.
3.
Abses
appendiks diobati dengan antibiotika IV masanya mungkin mengecil atau abses
mungkin memerlukan drainase dalam jangka waktu bebreapa hari. Appendiktomi
dilakukan apabila abses drainase dilakukan operasi efektif sesudah 6 minggu-3
bulan.
c.
Perawatan
sesudah operasi
1.
Appendiksitis sedrhana pada hari pertama pasien sudah mulai berjalan tak
perlu dilakukan pengisapan nasogastrik antibiotika tidak diperlukan. Cairan IV
dihentikan kalau cairan oral sudah mulai diberikan pada hari ke 2 atau ke 3.
dIet diberikan dengan cepat.
Pasien bisa meninggalkan rumah
sakit atau keluar dari perawatan RS dalam 3-5 hari sesudah operasi dan sudah
dapat aktif kembali seperti semula dalam jangka waktu 3 minggu.
2.
Appendiksitis
perforasi pengobatan tergantung dari berat tidaknya penaykit biasanya dilakukan
pengisapan nasogastrik antibiotika untuk 5-7 hari dan pemberian cairan IV untuk
jangka waktu yang lama. Pasien yang penyakitnya kritis memerlukan perawatan
yang insentif.
d.
Komplikasi
Infeksi
terjadi pada 10% atau lebih penderita appendisitis yang mengalami perperasi
kalau insisi pada kulit ditutup primer abses abdomen khususnya di daerah pelvis
dan subfrenik diakibatkan karena perperasi yang disertai dengan pentonitis.
Penyumbatan usus halus akibat adhesi
dapat juga terjadi abses hati merupakan akibat plebhitis.
PROGNOSIS
Angka kematian
0-0,3% pada appendiksitis sederhana dan
df atau lebih pada yang sudah mengalami porferasi pada anak kecil dan
orang tua porferasi dapat menyebabkan kematian sekitar 10-15%. Porferasi dan
kematian diakibatkan karena pasien terlambat memeriksakan diri atau karena
keterlambatan ahli bedah atau dokter yang bersangkutan.
0 comments :
Post a Comment